Forum Kajian Baiquni Cairo-Mesir

Ruang Aspirasi Anggota
 
HomePortalCalendarGalleryFAQSearchRegisterMemberlistUsergroupsLog in

Share | 
 

 Proyek pengkajian ttg Konsep "Islam Substansial-Formali

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Abu Fatih

avatar

Number of posts : 40
Registration date : 2007-03-08

PostSubject: Proyek pengkajian ttg Konsep "Islam Substansial-Formali   Sat Mar 10, 2007 7:25 pm

Proyek pengkajian ttg Konsep "Islam Substansial-Formalistik"

Sebagai
langkah awal, bagi yang berminat, silahkan mengirimkan "postingan"
terkait dengan beberapa item dibawah ini, dengan menyebutkan rujukan
secara lengkap baik buku cetak maupun web-site:

    Defenisi Islam liberal
    Paradigma Islam liberal
    Konsep Islam Substansial - Islam Formalistik dalam Visi Islam Liberal
    Beberapa Aplikasi dan Konsekwensi Logis
    Beberapa catatan seputar Kata kunci Islam Substansial-Skripturalis
    Alternatif
Back to top Go down
View user profile
awal muqsith



Number of posts : 28
Registration date : 2007-03-14

PostSubject: Mantiq, Iskamy or Yunany   Fri Mar 16, 2007 1:45 am

buat Ustaz Abu Fatih, barangkali tema itu bisa kita ganti, mungkin kita bisa masukkan wacana tadi kedalam masalah kontemporer, saya punya wacana yang mungkin pas buat bagian filsafat ini yaitu, Posisi Mantiq dalam penetapan sebuah kebenaran. karena Mantiq Aristo masih tanda tanya apakah mampu melahirkan sebuah kebenaran ataukah hanya berputar pada terminilogi yang itu-itu saja??????.
Back to top Go down
View user profile
hidayat



Number of posts : 3
Registration date : 2007-03-16

PostSubject: Re: Proyek pengkajian ttg Konsep "Islam Substansial-Formali   Fri Mar 16, 2007 4:14 am

saya kira tema yang telah ditawarkan oleh ustad abu fatih sangat menarik untuk kita angkat dalam forum ini, karena menurut saya masalah ini cukup relevan, mengingat bahwa ada sebagian kelompok dengan proyek liberalisasinya dengan mengatas namakan agama, kadang melampaui batas yang telah ditentukan oleh sebuah syariat, apa lagi sekarang ada sebahagian kelompok yang menggungat teks teks agama yang qathi, mungkin kita bisa melihat bagaimana sebahagian saudara kita yang punya persepsi bahwa agama itu semua sama, adanya kebolehan untuk nikah beda agama, dan mungkin masih banyak lagi problem yang terlalu liberal yang mungkin kita harus gali dalam forum, terciptanya sebuah konklusi tidaklah lahir dari tangan yang hampa, sama dengan apa yang telah ditelorkan oleh kaum liberal, setiap kaum baik dari kelompok liberal ataupun yang fundamental masin masing mempunyai paradigma berpikir untuk mnetapkan sebuah hukum...saya kira ini menarik untuk didiskusikan....
Back to top Go down
View user profile
boncu



Number of posts : 5
Registration date : 2007-03-19

PostSubject: cOddo !!!!   Mon Mar 19, 2007 3:55 am

apa yg di usulkan abu fathy kan sifatnya universal, jd usulan de awal sy kira dah mencakup semua dlm pembhasan islib yg di ajukan oleh abu fathy. yg pling pnting bagi saya, adlah adanya inisiatif dari tman2 untk mengawali posting tulisan. Kalau bkan skrang kpan lagi, kl bkan kita sapa lagi (Maros Kapan+g).
Back to top Go down
View user profile
Binti Helwa

avatar

Number of posts : 7
Registration date : 2007-03-07

PostSubject: Re: Proyek pengkajian ttg Konsep "Islam Substansial-Formali   Thu Mar 29, 2007 7:02 pm

Setuju banget neh Mas... cheers . Tapi yang mo mulai siapa neh... Mas Boncu mungkin kasi contoh duluan, kan anak filsafat. Ntar yang culun2 ikutan. GImana!!???... lol!
Back to top Go down
View user profile
Abu Fatih

avatar

Number of posts : 40
Registration date : 2007-03-08

PostSubject: Re: Proyek pengkajian ttg Konsep "Islam Substansial-Formali   Sun Apr 01, 2007 10:04 am

gitu dong...
gak masalah klo buat banyak tema yg dikaji..apa salahnya.kita buat di ruang sebelah...ttg logika formal aristoteles..misalnya ada yg bertugas menyimpulkan buku..naqd al mantiq nya ibn taimiyya...atau ringkasannya yg dibuat oleh imam suyuthi...siiip khan....lol! lol!
sy juga usulkan klo dapat tulisan2 yg terkait...dr siapa saja, kl boleh disposting disini...biar lebih kaya....oc?
Back to top Go down
View user profile
awal muqsith



Number of posts : 28
Registration date : 2007-03-14

PostSubject: ok dehh   Sun Apr 08, 2007 2:24 am

siip bosss masalah nya kita perhatikan nanti ok....Very Happy
yah ketika melihat subtansial dan Formal kita akan diahadapkan dengan oleh dua kubu yang sekarang agak marak mendominasi wacana Islam itu sendiri bisa katakan neo-Taymisme (Istilahnya Abu fatih) yang bisa dikata mereka adalah golongan tekstualis yang takut melewati teks atau paling tidak, takut untuk sedikit menggelitik teks itu sendiri mereka berpendapat bahwa segala sesuatu itu sudah dijelaskan oleh nabi Saw kepada sahabatnya. jadi majal untuk berta'wil itu bisa dikatakan sudah ditutup dan yang melakukan ta'wil dikatakan sebagai seorang yang mengklaim lebih afqah dari para sahabat dan Nabi sendiri.... (lih. Asmaullah husna. Ibn qayyim)
mereka lebih doyan mengatakan tuhan punya tangan dan kulit dan hal yang mengarah kepada mujassimah dibanding menggoroti teks( lht. Mukhtasar Sawaiq fi Jahmiyyah Muatthilah. Ibn Qayyim). dan sering kali golongan ini yang berbuat onar dalam dunia Islam silahkan diperhatikan Fatwa ulama Haram, Seperti Abdullah bin Baz. cs. mereka kadang melontarkan fitnah kepada ulama yang kapable dalam islam, ulama yang Ikhlas dikatakan antek yahudi dsb. (lih. Qardhawi fil Mizaan) dan kadang sering mengeluarkan kebijakan politik internasinal yang mendiskrediykan Islam itu sendiri (perhatikan fatwa2 Bin Baz tentang masalah Internasional)
disamping itu juga kita diperhadapkan juga oleh golongan yang sangat berani dalam bermuamalah dengan Teks yah kita bisa katakan golongan ini adalah Islib dan sebagai nya yang tak lagi memandang kaidah usul dalam penginterpretasian wahyu itu sendiri ini yang menjadi masalah kita

itu dulu:D Very Happy Very Happy Embarassed Embarassed Embarassed confused confused confused
Back to top Go down
View user profile
Abu Fatih

avatar

Number of posts : 40
Registration date : 2007-03-08

PostSubject: Re: Proyek pengkajian ttg Konsep "Islam Substansial-Formali   Mon Apr 09, 2007 7:55 am

itu semua PR kita bersama
jgn berjln sendiri
......................................


kita agendakan....topik dan isu2 td....dlm thread forum.....oc..

belajar baik2 4 imtihan

Back to top Go down
View user profile
Abu Fatih

avatar

Number of posts : 40
Registration date : 2007-03-08

PostSubject: Aktualisasi Islam dan Fiqh Substansi   Wed Apr 02, 2008 3:57 pm

Abd Rauf Amin *)

Fiqh substansi adalah pendekatan untuk menjawab kebingungan bagaimana cara beragama dalam konteks kemoderenan tanpa harus menanggalkan pesan agama. Tapi banyak diselewengkan

Dalam memahami Islam lalu megaktualisasikannya dalam kehidupan, Islam mengadopsi apa yang disebut “Fiqh”. Fiqh penting, bukan hanya karena ia sebagai kata kunci memahami apa yang menjadi kewajiban dan larangan Ilahi atas manusia, tapi ia pun menjadi instrument yang sangat vital untuk memahami segala bentuk pesan dan misi agama terutama hukum syariah. Karena itulah di dalam instrument Fiqhi terdapat berbagai pendekatan-pendekatan metodologis dalam memahami dan menerapkan ajaran agama.

Fiqh substansi adalah satu pendekatan yang diperlukan untuk menjawab kebingungan yang muncul dari pertanyaan; bagaimana cara beragama dalam konteks kemoderenan tanpa harus menanggalkan pesan dan ajaran agama?.Lalu benarkah tuduhan Islam tidak lagi mampu memenuhi dan merespon kecenderungan-kecenderungan penganutnya dalam bingkai modernitas. Artikel ini adalah upaya sederhana untuk menjawab kebingungan tersebut dengan mendekati Fiqh substansi

Makna yang terkandung dalam “Fiqh subtansi” adalah bahwa setiap teks hukum disamping mengandung makna dan hukum juga mengandung tujuan/substansi hukum. Setiap fiqhi atau ijtihad mesti mengetahui dan memperhatikan tujuan hukum yang dikandung sebuah teks hukum, setelah mengerti makna dan hukumnya sendiri. “Tujuan hukum” lebih mampu mengekspresikan hakikat keinginan Tuhan dibanding makna atau hukum yang dikandung sebuah teks. Alasannya sangat logis yaitu memperoleh “tujuan hukum” bukan hanya dari satu teks hukum tapi dari lebih dari satu teks yang semuanya mengindikasikan satu tujuan hukum. Atau hukum dan makna teks hanya ditunjuk oleh satu teks tapi tujuan hukum ditunjuk oleh berbagai teks.

Misalnya, dalam Surah al-Maidah, Allah berfirman; “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Dalam teks ini terdapat makna, hukum, juga tujuan Hukum. Makna teksnya adalah perintah untuk memotong tangan setiap orang yang melakukan pencurian, sedangkan hukum yang dikandung teks ini adalah kewajiban memotong setiap orang yang melakukan pencurian, dan tujuan hukumnya adalah pemotongan tangan diduga kuat untuk menjerah pelakunya dan memelihara harta rakyat dari setiap bentuk pencurian. tujuan hukum ini diperoleh dari beberapa teks yang berbicara tentang Jinayah/Kriminal dalam semua bentuk, bukan hanya diperoleh dari teks diatas.

Yang menarik untuk dicermati, pakar hukum Islam mempertegas bahwa setiap hukum diharapkan mampu mewujudkan tujuan hukumnya. Karena itu, bila mana dalam sebuah kasus, sebuah hukum tidak lagi mampu membumikan tujuannya maka hukum harus diganti dengan hukum yang lain yang diyakini mampu mewujudkan tujuan hukum. Proses pembumian sebuah hukum harus paralel dengan sasaran dan tujuannya dan tidak boleh membenturnya .

“Fiqh substansi” adalah sebuah kecenderungan pemikiran hukum yang hidup sejak masa nabi sampai pertengahan abad keempat hijriah ketika institusi ijtihad sudah mengalami kebekuan. Sejak itu Fiqh substansi tenggelam dalam lautan sejarah dan berhasil dihidupkan kembali oleh Imam Syatibi pada abad ke delapan hijriah dengan sebuah karya monumentalnya “Al-Muwafaqat” yang sangat dikagumi baik di barat maupun di timur. Beberapa abad setelah Syatibi meninggal, Fiqh subtansi kembali terkubur oleh sejarah sampai muncul Muhammad Abduh yang merekomendasikan kemestian mengadopsi fiqh substansi yang telah dibangun oleh Syatibi. Sejak itulah karya Syatibi serta merta menjadi sebuah rujukan utama bagi semua pemerhati kajian pemikiran yurisprudensi Islam. Kini, “fiqh substansi” sedang mengambil bagian sebagai wacana yang sedang mengglobal bukan hanya dalam diskursus pemikiran hukum, tapi juga dalam semua level pemikiran keislaman.

Sebagai contoh kasus fiqh substansi, pada masa nabi sampai pemerintahan umar, kriminal Miras(minuman keras) diberi sanksi 40 kali dera. Saat itu, kasus minuman keras relatif jarang ditemukan dibanding pada masa umar. Ketika Umar menjabat sebagai Khalifah, beliau menyaksikan sebuah kecenderungan kriminal miras yang lebih intens dari masyarakat. Umar ketika itu mendialogkan antara hukum miras dengan substansi atau tujuan hukum miras. Beliau menemukan bahwa hukum 40 kali dera yang dikandung oleh beberapa teks tidak lagi mampu membendung pelecehan hukum miras. Lalu Umar mengajak para sahabat untuk meninjau ulang hukum miras. Ali mengusulkan supaya ditambah sampai 80 kali dera. Ali Sadar bahwa hukum 40 tidak lagi mampu mewujudkan tujuan hukum yaitu penjeraan prilaku miras. Kata sejarah, semua sahabat yang dilibatkan dalam sidang sepakat atas usulan Ali. Atas nama konsensus, Umar menetapkan 80 kali dera sebagai hukuman bagi pelaku miras.

Pada kasus yang lain, Umar pernah melakukan pemberhentian hukum alquran yang mewajibkan orang-orang yang dibujuk hatinya karena baru masuk Islam harus diberi bagian zakat. Umar sadar bahwa tujuan hukum teks itu adalah agar orang yang diberi bagian zakat dari orang-orang itu tidak mudah kembali ke agamanya dan agar orang-orang kafir yang lain tidak terpancing untuk melakukan agresi ke Umat Islam sementara kondisi Islam dan umatnya masih lemah. Umar juga sadar bahwa umat Islam sudah tidak butuh lagi untuk membujuk hati mereka karena umat Islam sudah memiliki kekuatan. Atas nama fiqh substansi, Umar memutuskan untuk tidak menyalurkan lagi zakat kepada mereka, karena tujuan hukum tidak lagi terwujud.

Penyesatan Fiqh

Dalam wacana “fiqh substansi” kita menemukan dua kecenderungan yang tidak menguntungkan. Contohnya, ada sebagaian kalangan yang sengaja mengeksploitasi fiqh substansi untuk tujuan-tujuan negatif yang menyesatkan. Misalnya mereka mengklaim tidak perlu shalat, tapi yang perlu adalah mengingat Tuhan, karena, meneurut mereka, inti, tujuan atau substansi dari semua bentuk ibadah adalah mengingat dan mengabdi kepada Tuhan. Dulu kecenderungan ini popular dipelopori oleh gerakan “bathiniyya”. Mereka mengaku di dalam teks agama ada dhahir(makna implisit) ada juga bathin(makna eksplisit). Akibatnya, mereka banyak membuang formalitas-formalitas Islam. Sekarang kecenderungan itu banyak diadopsi oleh kalangan yang menamakan diril sebagai Jariangan Islam Liberal (JIL).

JIL dengan tidak menyodorkan metodologi fiqh subtansi yang baku juga banyak meneriakkan pengabaian formal-formal-agama. JIL tidak mampu menyuguhkan metodologi pembedaan antara mana yang menjadi tujuan hukum dan mana sarana. Konsekwensinya JIL sering terjebak pada jurang inkonsistensi ilmiyah yang membingungkan.

Dalam konteks kemoderenan yang kita sedang hidupi bersama, kita semua merasakan, menyaksikan bahwa hukum kita di Indonesia sedang menghadapi tantangan berat menyangkut korupsi. Kita semua sepakat bahwa korupsi adalah sebuah kriminal besar yang dilakukan oleh mafia yang melibatkan beberapa pejabat secara kolektif. Kasus korupsi jauh lebih besar implikasi negatifnya dari kasus pencurian yang jelas hukum dan tujuan hukumnya dalam Al-Qur’an. Korupsi bukan hanya menyengsarakan satu dua orang tapi semua lapisan masyarakat ikut tersiksa karena korupsi. Karena uang lari ke kantong pejabat, akhirnya banyak komponen masyarakat yang mati kelaparan. Karena uang tidak tersalur, banyak anak bangsa yang jadi bodoh, karena pendidikannya terlantar. Ketika anak bangsa jadi bodoh, saat masyarakat mati kelaparan, maka harus disadari bahwa saat itu pula terjadi pelecehan Tujuan utama dari semua hukum yaitu bahwa Islam datang untuk memelihara hak asasi manusia dengan menghormati nyawa masyarakat, memelihara, mengembangkan pikiran masyarakat menjadi pikiran yang hidup dan cemerlang demi terwujudnya pengabdian kepada-Nya.

Dalam kasus korupsi misalnya, para pakar dan lembaga hukum kita sedang mendapat tantangan berat untuk menentukan sanksi yang tepat bagi pelakunya. Semua sadar bahwa korupsi telah berpengaruh negatif dengan volume yang besar terhadap kesejahteraan dan kesengsaraan rakyat. Mereka sadar bahwa tujuan utama dari hukum-hukum kriminal adalah efek jera. Dan hampir semuanya tahu apa yang membuat mereka bisa jera.Tetapi yang membingungkan, kenapa seolah-olah semua sepakat tidak ada yang mau menempuh prosedur-prosedur penjeraan yang benar.

Karena korupsi lebih besar dari pencurian, maka harus diberi sanksi lebih besar dari sanksi pencurian. Korupsi telah memiliki peran besar terhadap kesengsaraan rakyat sampai pada level mati kelaparan, pembodohan rakyat, maka sanksi korupsi lebih berat dari sekedar pembunuhan atau hukum layaknya peminum miras.

Salah satu pesan yang ingin disampaikan “Fiqh substansi” dalam artikel ini adalah bahwa kita menyadari jati diri kita sebagai umat Islam sejati, tetapi kenapa tidak pernah mencoba menunjukkan keberanian untuk melakukan eksperimen terhadap prosuder-prosuder penjeraan yang disuguhkan Allah SWT. Yang tak kalah penting, jika hukum Tuhan disuguhkan kepada kita, sebagaian kita bahkan berani menuduh hukuman yang ditawarkan Tuhan tidak efektif dan tidak kredibel. Sebagaian bahkan menuduhnya kurang manusiawi dan melanggar HAM tanpa pernah mencobanya sekalipun. Bukankah eksperimen dan pengalaman telah banyak melahirkan teori- teori baru dalam ilmu pengetahuan?. Maka, mengapa kita mencoba hukum yang ditawarkan Tuhan? Benarlah firman Allah, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut karena ulah manusia sendiri”. Wallahu a’lam bissawab.

*) Penulis adalah dosen IAIN Alauddin, Makassar. Kini kandidat doktor Filsafat Hukum Islam Univ.al-Azhar Kairo


tulisan ini dimuat di url berikut:
http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1527&Itemid=64
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: Proyek pengkajian ttg Konsep "Islam Substansial-Formali   

Back to top Go down
 
Proyek pengkajian ttg Konsep "Islam Substansial-Formali
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» MILLION - MAN PROTEST OVER ANTI-ISLAM FILM
» RADICAL ISLAM SPARKS CONTROVERSY DOWN UNDER
» Yusuf Islam/Cat Stevens
» 15 arrested in European sweep against Ansar al Islam offshoot, police say
» Castle Craig Death was "Avoidable"

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Forum Kajian Baiquni Cairo-Mesir :: Dialog Pemikiran :: Filsafat-
Jump to: