Forum Kajian Baiquni Cairo-Mesir

Ruang Aspirasi Anggota
 
HomePortalCalendarGalleryFAQSearchRegisterMemberlistUsergroupsLog in

Share | 
 

 Hasil koreksi terjemah.....(2)

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Ahmad Baharuddin



Number of posts : 37
Age : 31
Localisation : Buuts Permai
Registration date : 2007-03-15

PostSubject: Hasil koreksi terjemah.....(2)   Sat Jul 14, 2007 4:17 am

(
طوبى لمن شغله عيبه عن عيوب الناس ) و ( يبصركم
أحدكم القذاة في عين أخيه وينسي الجذع في عينه )









(6) Apakah kedua Hadits di atas jika benar berasal dari Nabi SAW
membawa manfaat tersendiri dalam lingkup sosial ?





Jawab :





Teks طوبى لمن شغله عيبه عن عيوب الناس)) adalah potongan hadits Marfu' yang diriwayatkan
oleh beberapa Ulama, diantaranya at-Tabarany dalam kitabnya al-Mu'jam
al-Kabir
, juz 5 hal 71. Dan diriwayatkan pula oleh al-Bayhaqy dalam
kitabnya syu'abul Iman juz 7 hal 355. Al-Qudaaiy pada Musnad asSyihab
juz 1 hal 358. AdDailamy al-hamdzany dalam kitab al Firdaus bima'tsur
al-khithab
juz 2 hal 447. Al-Hasyimy juga menyebutkan hadits ini dalam
kitab Majma' asZawaid juz 10 hal 229.





Teks Hadits tersebut diriwayatkan
dari Anas bin Malik : Rasulullah menyampaikan kepada kami mengenai unta
betinanya yang memiliki telinga dan tidak terpotong hidungnya. Kemudian beliau
mengatakan "hai sekalian manusia seakan-akan matinya unta itu pada yang lain telah
ditetapkan, dan seakan-akan haknya itu telah diwajibkan untuk yang lainnya, dan
seakan-akan yang menemani orang meninggal itu telah pergi dari sedikit orang
yang kembali kepada kita. Kita tempatkan kuburan-kuburan mereka, kita makan warisannya
seakan kita kekal setelah mereka, sungguh kalian telah melupakan tiap-tiap
pesan dan kalian telah selamat dari semua bencana Berbahagialah semua orang
yang sibuk dengan aibnya daripada mengusik 'aib orang lain
".






Dalam kitab Majma'
asZawaid
Al-Hasyimy menyebutkan: "Hadits ini diriwayatkan oleh
atTabraany melalui sanad Nashih alAbsy dari Rakb, aku tidak mengenalnya, sedang perawi lainnya
semuanya kuat.





Al-Ajaluny menyebut dan
mengomentari hadits ini dalam kitab Kasyful Khafaa juz 2 hal 59
"hadits ini diriwayatkan oleh adDaylami dari Anas secara Marfu".
An-Najm mengatakan : dalam lanjutan hadits tadi "serta menginfakkan
sisa hartanya dan dan tetap memegang sunnah Nabi dan tidak beralih dari sunnah hingga
terbawa kepada hal yang bid'ah"
. Hadits itu disebutkan dari Hasan bin
Ali dan Abu Hurayrah. Selanjutnya beliau menyebutkan dalam bab atTamyiz
: alBazzar meriwayatkan hadits ini dari Anas secara Marfu' dan dengan sanad
Hasan
.





Sementara Al-Hafiz azZahaby
menyebutkan pula dalam kitab Siyar A'alaamin Nubalaa dimana ia memberi
kritikannya dan
mengatakan: "Hadits ini lemah pada sanadnya, karena An
Nadhr seperti kata Abu Hatim: "Majhul". Dan Al-Walid tidak
dikenal (oleh para Ulama ) dan matan ini tidak memiliki sanad yang sahih.





Dari hal di atas kita menngetahui
bahwa para Ulama Hadits berbeda pendapat mengenai penisbahan hadits ini kepada
Rasulullah SAW. Diantaranya ada kubu yang mensahikannya dan ada pula
yang mendhaifkannya. Dalam hal ini mereka sepakat bahwa hadits dhaif
bisa diamalkan dalam hal keutamaan amal ibadah (fadhail a'mal) dengan beberapa
kode etik yang telah dipaparkan oleh
muhaddistin terkait dengan hal itu. Kesimpulannya, jelas bahwa hadits ini
menyerukan kita kepada keutamaan amal dan akhlak. Para
ulama telah sepakat bahwa hadits ini sah dalam pemaknaannya karena sejalan
dengan perintah kepada akhlak yang mulia dan zuhd. Namun tetap berbeda
pendapat pada penisbahannya pada Rasulullah SAW, dan para muhadditsun berbeda
dalam penisbahan kata-kata itu kepada Rasulullah SAW.





Selanjutanya hadits keduaKalian dapat melihat kekurangan saudara kalian
yang sekecil tahi mata dan melupakan kekurangan diri sendiri sekalipun sebesar
betis)
( يبصركم أحدكم القذاة في عين أخيه وينسي الجذع في عينه )


.
Ini diriwayatkan oleh Ibn Hibban dalam kitab Shahihnya juz 13 hal
73, alBayhaqy dalam kitab Syu'bul Iman juz 5 hal 311, Imam Bukhary
menyebutkan hadits ini dua kali dalam kitab alAdabul Mufrad, sekali
dengan lafaz يبصر dan terkadang menggunakan lafaz يرى juz 1 hal 305, sedang AlMunziry juga menyebutkan pada kitab Targib
wa Tarhib
juz 3 hal 167.





Abu Nuaim alAshfahany setelah
menyebutkan hadits ini dalam kitab Hilyatul Awliya juz 4 hal 99 memberikan
komentarnya "hadits ini Gharib yang melalui jalur Yazid yang hanya
diriwayatkan oleh Muhammad bin Hamir dari Ja'far". Dan Ibn Hibban
mensahihkan hadits ini.





Jadi, ulama Hadits berbeda
pendapat mengenai sah atau tidaknya. Namun dalam setiap keadaan termasuk hadits
Dhaif juga dapat dipakai dalam fadhilah amal sebagaimana yang telah disebutkan
di atas. Oleh karena itu maknanya sah dan sejalan dengan dasar syari' dan
keutamaan akhlak, sehingga maknanya disepakati oleh semua ulama.





Nabi SAW melalui dua hadits
di atas meletakkan satu metode dalam restorasi sosial, dan membuat rambu-rambu
bagi mereka yang bermaksud melakukan restorasi social, untuk mengetahui apakah ia
benar-benar ingin melakukan restorasi dalam masyarakat ataukah ia hanya ingin melihat
kekuasannya atau pengaruhnya terhadap orang lain sementara ia tidak menyadari ?.
Jika ia hanya sibuk terhadap 'aib orang lain dan melupakan dirinya sendiri,
maka mestinya ia melakukan intropeksi dan kembali memperbaiki dirinya sendiri.
Jika dirinya sendiri sudah baik maka ia telah boleh memperbaiki orang lain
dimulai dari orang terekatnya dan seterusnya. Jika ada yang menyimpang terhadap
metode ini, maka dia lah yang disinggung oleh Imam Syafi'iy dalam bait-bait
syairnya :





Hai orang yang mengajarkan
orang lain



Mulailah terhadap dirimu sendiri
karena padanya memiliki banyak pengajaran






Kamu menyifatkan obat yang
memiliki penyakit untuk orang yang lemah



Agar mereka bisa sembuh dengan resep
itu, padahal justru kalian yang sakit






Jangan kamu melarang
maksiat sementara kamu melakukannya



Sungguh sangat besar dosa hal itu jika
kau kerjakan






Mulailah dari dirimu
sendiri laranglah dia untuk berbuat kesesatan



Jika engkau melakukannya maka kamu
sekarang menjadi orang yang bijak






Dari situlah, kata-katamu
dapat diterima dan diikuti



serta bermanfaatlah pengajaran itu.








Semua hal itu menanamkan nilai "prioritas" dalam
upaya restorasi sosial. Oleh karenanya setiap orang yang ingin memperbaiki masyarakat mestinya memulai dari dirinya
sendiri jika memang sungguh ingin memperbaiki masyarakat. Maka ketika dirinya
telah baik maka mulailah dengan memperbaiki kerabat dekat yang selanjutnya
sampai kepada masyarakat yang sejahtera. Semoga Allah memberikan kita kebaikan
dan rasa perbaikan baik terhadap diri sendiri, keluarga maupun cucu kita kelak.






والله أعلي
وأعلم بالصواب









الفقير الي الله





أحمد















































Back to top Go down
View user profile
 
Hasil koreksi terjemah.....(2)
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Forum Kajian Baiquni Cairo-Mesir :: Teras Pengurus :: Divisi Terjemah-
Jump to: